oleh

Krisis APD dan Darah di Makassar, Pemuda Pancasila Tidak Tinggal Diam

 

Gadingnews.info, Makassar – Di tengah masa pandemik covid-19 di kota
Makassar, Sulawesi Selatan, selain krisis darah di markas Palang Merah Indonesia (PMI). Krisis Alat Pengaman Diri (APD) bukan rahasia lagi bagi tenaga medis di rumah sakit yang jadi rujukan pemerintah provinsi Sulawesi Selatan.

Dari hal itu memantik kepedulian Pemuda Pancasila Sulawesi Selatan untuk berbagi APD ke Sekretariat Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar, di Jalan Boulevard.

 

Ketua panitia donasi Alat Pengaman Diri (APD) Pemuda Pancasila Sulawesi Selatan, Herianto Arruan mengatakan,
dari wabah Covid-19 ini
membutuhkan penanganan peran semua elemen masyarakat, termasuk organisasi berbasis massa seperti Pemuda Pancasila. Dan sebelum memasuki bulan suci Ramadhan 1441 Hijriah kami mendonasikan APD ke IDI Makassar,”kata Herrianto Arruan, Kamis (23/4/2020).

Menurut Herianto, himbauan pemerintah pusat hingga pemerintah daerah di Sulsel untuk melakukan physical distancing supaya penularan bisa dihambat, adalah hal yang baik ditengah bulan suci Ramadhan. Sebelumnya, Pemuda Pancasila Sulsel melalui kegiatan donor darah menyerahkan 150 kantong darah segar ke PMI Makassar.
Hanya saja dari kondisi krisis dari darah dan APD bagi alat medis di kota Makassar, kader PP Sulsel tidak tinggal diam hanya di rumah saja.
Sesuai pantauan penyerahan APD ke pihak IDI Makassar langsung diserahkan oleh Ketua MPW Pemuda Pancasila Sulawesi Selatan Siti Diza Rasyid Ali.

Diza Rasyid Ali mengaku, ketika masyarakat diminta untuk tetap bekerja di rumah saja di masa pandemik Covid-19. Pemuda Pancasila melalui kader badan dan lembaga tetap turun lapangan membantu pemerintah, dan kebutuhan para medis seperti APD yang memang sangat dibutuhkan.

Dokter Wahyudi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar secara gamblang menyatakan bahwa APD bagi para medis memang sangat kurang.

 

“Makanya kami sangat berterimakasih kepada keluarga besar Pemuda Pancasila Sulsel yang datang mendonasikan APD di sekretariat IDI,”jelas Wahyudi.(aksa)

Dapatkan kiriman terbaru melalu email:

Komentar

Terbaru