Hadirkan Prof. Yuddy Chrisnandy dan Dr. Ferry Irawan, Ini Pembahasan Seminar Nasional BEM FEB Unibos

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis gelar Seminar Nasional di Audiotorium Aksa Mahmud gedung lantai 9 Universitas Bosowa, Jl. Urip Sumoharjo, Panakukang, Kota Makassar, Kamis (17/3/2022).
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis gelar Seminar Nasional di Audiotorium Aksa Mahmud gedung lantai 9 Universitas Bosowa, Jl. Urip Sumoharjo, Panakukang, Kota Makassar, Kamis (17/3/2022).

Gadingnwes.Info, Makassar – Prof. Yuddy Chrisnandy dan Dr. Ferry Irawan jadi narasumber di Seminar Nasional yang diadakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bosowa secara Hybrid (Daring dan Luring) pada Kamis (17/3) di Audiotorium Aksa Mahmud gedung lantai 9 Universitas Bosowa, Jl. Urip Sumoharjo, Panakukang, Kota Makassar.

Dengan mengangkat tema, “Menyikapi Dampak Ekonomi dan Pertahanan Indonesia terhadap Perang Rusia dengan Ukraina”. BEM FEB Unibos berharap kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian dalam perkembangan keamanan secara global yang dapat berdampak terhadap ekonomi Nasional.

Bacaan Lainnya

“Konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina semoga tidak memberikan dampak negatif bagi ketahanan nasional, utamanya sektor ekonomi,” terang Ariady, Ketua Bem FEB Unibos dalam sambutannya, Kamis (17/3/2022).

Menurut Prof. Yuddy Crisnandy sebagai Duta Besar Indonesia untuk Ukraina periode 2017-2021, tidak semua BEM yang ada di Indonesia memiliki kepedulian terhadap perkembangan global.

“Perlu kiranya kita memiliki kepedulian dan simpati terhadap apa yang dialami oleh Ukraina sebagai Negara yang merdeka dalam hal sisi kemanusiaan. Dan tidak semua BEM yang ada di Indonesia punya kepedulian.” ungkap Prof. Yuddy.

Baca Juga: BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unibos Gelar Webinar Nasional Pemulihan Ekonomi, Bupati Pangkep: Pemerintah Terus Berupaya Agar Tak Ada Pekerja Terkena PHK

Anggota DPR-RI pada periode 2004-2014 ini juga dalam seminar tersebut  menyinggung secara histori tentang Ukraina di masa lampau yang jauh dari pengetahuan orang secara umum.

Sementara Dr. Ferry Irawan, Asisten Deputi Moneter dan Sektor Eksternal Kemenko Perekonomian RI lebih menenkan tentang issu pemulihan ekonomi secara nasional.

Akan tetapi menurut dia, dengan adanya agresi militer pada kedua negara tersebut, tentu memberikan dampak tentang ketersediaan gandum secara nasional yang presentasenya mencapai diatas 20% dari Ukraina.

“Hal ini akan berdampak pada stabilitas ketersediaan pangan nasional menjelang Bulan Suci Ramadhan 1443 H/2022 M yang sisa menghitung hari. Dengan hal tersebut menjadikan beberapa keterlambatan dan penundaan ekspor pada dua negara tersebut, Tentunya ini memberikan pengaruh ekonomi secara nasional,” sebutnya.

Terpisah, Dr. H. Arifuddin Mane, Dekan FEB Unibos yang tampil sebagai pembicara ketiga memaparkan jika genjatan senjata dari kedua negara tersebut diakhiri, maka pentingnya jalur diplomasi dilakukan.

“Hal ini dapat diambil oleh Pemerintah Indonesia untuk menempuh jalur diplomasi di kedua Negara tersebut. Jika bukan tidak mungkin langkah ini dilakukan oleh Indonesia sebab ketergantungan ekonomi dari kedua Negara tersebut cukup tinggi terhadap Indonesia,” tegas Dekan FEB Unibos. (Aly)

Pos terkait