oleh

Fakta Ilmiah Dibalik Kopi Terasa Kurang Nikmat Tanpa Rokok

-Kesehatan, Berita-96 views
61 / 100

GadingNews.Info, Makassar – Hampir sebahagian besar penikmat kopi pasti akan merasa kurang nikmat jika tak menghisap rokok. Fenomena ini tanpa sadar sudah lama terjadi. Bahkan tiap hari kita sering menemui atau mungkin merasakannya sendiri.

Sebuah fakta mengejutkan datang dari peneliti University of Bristol, Prof. Marcus Munafo, yang berhasil mengungkap secarah ilmiah alasan dibalik seseorang meminum kopi sambil merokok.

Setelah mengamati kebiasaan merokok dan minum kopi dari 250.000 partisipan yang tersebar di Inggris, Norwegia, dan Denmark. Kemudian memilah-milah partisipan dan hanya mengambil yang tercatat mewarisi variasi genetik tertentu, khususnya variasi gen yang terbukti dapat memicu dan meningkatkan kebiasaan merokok.

Nyatanya, mereka yang memiliki varian ini dilaporkan mengonsumsi lebih banyak kopi. Akan tetapi ini hanya terjadi jika mereka merokok.

Selain itu, peneliti juga menemukan fakta bahwa pemilik varian gen tersebut cenderung menghisap lebih banyak rokok dalam sehari ketimbang yang bukan. Dan hal ini berpengaruh pada banyaknya kopi yang diminumnya.

“Ambil contoh Anda menghisap 10 rokok lebih banyak per hari dibanding orang lain, maka Anda akan meminum 1,5 cangkir kopi lebih banyak dalam sehari,” ungkap Prof. Marcus Munafo seperti dilaporkan New Scientist.

Lantas mengapa bisa demikian? Awalnya peneliti menduga jika keterkaitan antara merokok dan ngopi ini hanya muncul karena kebiasaan untuk mengonsumsinya secara bersamaan.

Namun peneliti kemudian sampai pada dugaan bahwa varian gen tersebut berpengaruh terhadap metabolisme kafein dalam tubuh.

“Bisa jadi itu karena perokok dapat mencerna kafein lebih cepat lalu mengonsumsi lebih banyak kafein untuk mendapatkan efek ‘nendang’ yang sama seperti yang dirasakan bukan perokok ketika minum kopi,” katanya.

Hanya saja Munafo khawatir jika kebiasaan minum kopi ini akan semakin menyulitkan si perokok untuk berhenti. Sebab jika perokok berhenti dari kebiasaannya tetapi tetap minum banyak kopi, maka mereka akan merasakan efek samping yang tidak mengenakkan seperti cemas.

“Efek samping ini bisa saja diartikan sebagai gejala penolakan yang biasanya muncul saat perokok mencoba berhenti,” tutupnya. (*)

Dapatkan kiriman terbaru melalu email:

Komentar

Terbaru